Mengapa Penting Bagi Anda untuk Membuat Website
Perusahaan?
Di sini kami akan membahas tujuh halaman website yang
sebaiknya dipasangkan di website perusahaan Anda. Kami akan menyebutkan contoh,
penjelasan apa saja yang harus disertakan, dan kapan harus menggunakan
masing-masing halaman tersebut. Bahkan Anda dapat mengombinasikan ketujuh
halaman tersebut sesuai selera dan kebutuhan Anda.
1. Contact Us (Hubungi Kami)
Membuat halaman Contact Us tidak begitu sulit. Bahkan di
dalamnya terdapat fitur bawaan formulir kontak yang memudahkan para pengunjung
situs agar bisa menghubungi Anda tanpa melalui proses yang panjang dan berliku.
Sebenarnya, terserah Anda jika hanya ingin mengaktifkan
fitur formulir kontak. Hanya saja, agar terlihat lebih profesional dan
tepercaya, Anda pasti akan menambahkan beberapa poin ke halaman Contact Us,
termasuk alamat email dan nomor telepon yang dapat dihubungi. Bahkan tak
menutup kemungkinan bahwa Anda akan mengaktifkan fitur khusus di mana para
pengunjung situs atau klien bisa langsung menghubungi Anda melalui website.
Halaman Contact Us merupakan tempat yang tepat untuk
menambahkan fitur maps jika Anda juga mendirikan toko fisik, di samping toko
online tentunya. Dengan adanya fitur tambahan berupa maps, pengunjung situs
memperoleh informasi yang valid mengenai alamat dan lokasi toko Ada. Untuk
fitur maps, gunakan layanan seperti Google Maps yang memungkinkan Anda untuk
embed maps di website dan meng-highlight lokasi tertentu.
Secara tidak langsung, melalui halaman Contact Us, Anda
ingin menyampaikan bahwa dengan beberapa metode inilah para pengunjung situs
bisa berkomunikasi langsung atau bertukar pesan elektronik dengan Anda.
2. About Us (Tentang Kami)
Tidak ada satu orang pun yang mau bekerja sama dengan
perusahaan tanpa informasi yang jelas. Setidaknya ada informasi singkat di
halaman khusus yang menjelaskan mengenai latar belakang perusahaan atau bisnis
beserta visi dan misinya. Sebagai contoh, Anda sedang mencari jasa pengacara
lokal di daerah sekitar Anda. Tentu saja tempat pertama yang dituju adalah
mesin pencari seperti Google, kecuali jika teman atau rekan Anda merekomendasikan
seorang pengacara.
Jika memasukkan keyword atau kata kunci tertentu, maka
secara otomatis mesin pencari akan memunculkan banyak opsi. Anda tidak mungkin,
kan, menggunakan seluruh sumber tersebut untuk mendapatkan informasi yang
dibutuhkan? Tentu saja Anda akan melakukan ‘pengerucutan’ dengan melihat
website resminya satu per satu. Membuka website dan melihat informasi pribadi,
seperti biografi singkat, dari para pemiliknya seolah-olah mendekatkan jarak
yang jauh di antara Anda dan pengelola bisnis.
Apa pun tipe bisnis yang dijalankan, baik yang berskala
kecil maupun besar, akan lebih baik bagi Anda untuk menyebutkan anggota atau
staff yang terlibat di balik berdirinya perusahaan atau bisnis. Halaman About
Us dan juga halaman khusus yang memuat anggota tim memberi peluang yang sangat
bagus bagi bisnis Anda untuk lebih dikenal. Dengan halaman ini, para pengunjung
atau calon klien bisa lebih mengetahui kisah dan latar belakang pendirian
bisnis Anda.
3. Frequently Asked Questions (FAQ)
Banyak kelebihan yang bisa didapatkan oleh Anda jika
memasang halaman FAQ di website perusahaan. Bahkan Anda juga bisa mengaktifkan
halaman Knowledge Base (Pengetahuan Dasar), yang tentu saja tergantung pada
besar kecilnya bisnis serta jenis layanan yang ditawarkan. Sebagai contoh,
karena perusahaan kami menitikberatkan pada layanan hosting, maka pertanyaan
yang muncul pun seputar permasalahan teknis. Untuk itu, kami membuat halaman
Knowledge Base (Pengetahuan Dasar) yang memuat pertanyaan serta jawaban teknis.
Di halaman ini, klien atau user kami akan menemukan informasi yang dicari:
Untuk web bisnis yang lebih sederhana atau berskala kecil, halaman FAQ saja
sudah lebih dari cukup. Contoh penerapan halaman FAQ: anggap saja Anda sedang
menjalankan toko online t-shirt yang menawarkan layanan custom. Orang-orang
bisa menentukan sendiri pola, motif, atau bahkan warna kemeja atau kaos yang
diinginkan. Banyaknya pertanyaan yang muncul mau tidak mau mengharuskan Anda
untuk mengaktifkan halaman FAQ. Anda pun tidak harus menjawab pertanyaan yang
sama berulang-ulang kali baik melalui telepon atau email.
Meskipun sudah ada FAQ, Anda masih tetap harus bergumul
dengan pertanyaan dan keluhan pelanggan. Itulah seninya berbisnis, Anda tidak
bisa lepas begitu saja. Hanya saja apabila sudah ada FAQ, Anda tinggal
mengarahkan para pelanggan ke fitur tersebut agar mereka bisa menemukan
informasi yang dicari dan dibutuhkan.Jangan terburu-buru dan juga jangan asal
dalam menulis pertanyaan dan jawaban di halaman FAQ. Pastikan informasi yang
Anda pasang di sana singkat, jelas, dan padat serta mudah dimengerti. Halaman
FAQ merupakan salah satu halaman website yang vital karena sedikit banyak
mengangkat beban Anda dan juga staff di bagian customer support (bantuan
pelanggan).
4. Pricing (Harga)
Pertanyaan yang paling sering muncul, apa pun jenis
bisnisnya, adalah: “Berapa biayanya?”. Untuk bisnis yang menawarkan produk atau
layanan dengan harga yang sudah tak bisa ditawar lagi (fixed prices), maka
sebaiknya tampilkan informasi tentang harga demi memudahkan Anda dan juga para
calon pembeli. Biasanya ada halaman khusus yang memasang informasi tentang
harga produk atau layanan. Melalui halaman ini, Anda dapat menambahkan sebanyak
mungkin informasi mengenai harga dan penawaran tanpa harus mengubah tatanan
website perusahaan.
Ada banyak cara untuk memodifikasi halaman tersebut, salah
satunya adalah dengan membuat tabel atau daftar harga, Tidak semua jenis bisnis
bisa menerapkan daftar harga. Sebagai contoh, Anda menjual suatu barang dan
untuk harganya, Anda harus melakukan pembicaraan dulu dengan klien. Pemasangan
informasi harga tentu tidak memungkinkan untuk jenis bisnis seperti ini. Kalau
sudah begini, yang Anda perlu lakukan adalah menambahkan beberapa informasi
penting di halaman Contact Us, seperti menegaskan bahwa harus terjadi
komunikasi antara Anda dan klien terlebih dulu guna mengetahui persyaratan yang
ditetapkan sebelum membicarakan soal harga.
BACA JUGA : Tips Belanja Online Supaya Tidak Tertipu
5. Support (Bantuan Pelanggan)
Pasti ada saja masalah terkait produk atau layanan yang
ditawarkan oleh bisnis Anda. Orang-orang akan datang ke website atau langsung
menghubungi Anda melalui email atau telepon untuk menyampaikan masalah yang
ditemui. Agar fitur bantuan bisa dimaksimalkan dengan baik, aktifkan halaman khusus
untuk bantuan pelanggan.
Halaman FAQ memang memuat pertanyaan dan jawaban mengenai
hal-hal teknis yang terkait bisnis Anda. Namun, halaman FAQ bukanlah pengganti
dari fitur bantuan pelanggan. Biasanya orang-orang akan mencari informasi yang
dibutuhkan di mesin pencari atau sumber lain terlebih dulu sebelum akhirnya
mereka menyerah dan berkomunikasi dengan Anda untuk meminta bantuan.
Setidaknya dengan adanya halaman bantuan pelanggan,
pengunjung situs bisa lebih mudah dalam ‘mengadukan’ masalah pada Anda. Bantuan
pelanggan bisa dalam bentuk formulir kontak, live chat, atau forum komunitas di
mana klien atau user menuliskan pertanyaan apa pun terkait produk dan layanan
yang Anda tawarkan. Jika website perusahaan Anda berbasis WordPress, maka
fitur-fitur ini dapat ditambahkan dengan mudah. Ada banyak plugin khusus
formulir kontak, live chat, dan forum yang bisa langsung diinstall dan
diaktifkan.
6. Kebijakan Privasi
Akhir-akhir ini perkembangan internet semakin signifikan,
dan sudah banyak layanan yang hadir dalam bentuk digital. Masing-masing layanan
tentu memiliki peraturan serta syarat yang mengamankan perusahaan dan kliennya
agar tidak timbul masalah dan melanggar hukum, aturan, dan ketetapan yang
berlaku. Di sinilah kebijakan privasi berlaku. Apabila Anda membuat website
perusahaan yang mengharuskan klien atau usernya memasukkan berbagai data dan
informasi sensitif, maka di situlah Anda menyadari betapa pentingnya kebijakan
privasi.
Sebagai contoh, cookies yang dipasang di website bisnis
langsung mengoleksi data dari user. Fitur sign-up (buat akun baru) atau
formulir kontak juga mewajibkan klien memasukkan data dan informasi pribadi
mereka. Untuk menjelaskan kebijakan yang berlaku lebih lanjut, Anda harus
memasang kebijakan privasi. Dengan aturan dan regulasi, seperti General Data
Protection Regulation (GDPR), pengunjung situs, user, ataupun klien jadi tahu
jenis data yang disimpan dan bagaimana serta untuk apa data tersebut digunakan.
Memasang kebijakan privasi juga menunjukkan bahwa Anda
bertanggung jawab terhadap keamanan informasi yang mereka masukkan. Jika gagal
melindungi data dan informasi klien, maka Anda akan diminta pertanggungjawaban.
Ingatlah untuk selalu menyebutkan informasi yang jelas di awal demi memperoleh
kepercayaan dan meningkatkan kredibilitas bisnis Anda.
Untuk membuat kebijakan privasi, Anda tidak harus menyewa
jasa pengacara. Ada banyak tool pembuat kebijakan privasi khusus untuk website.
Hanya saja, saat membuat kebijakan privasi, Anda tetap harus mengacu pada
persyaratan yang dimuat dalam GDPR, dan pastikan isinya sesuai dengan hukum
serta ketetapan yang berlaku.
7. Terms of Service (Ketentuan Penggunaan)
Membuat website perusahaan berarti Anda akan berurusan
dengan berbagai layanan, seperti pembelian, pengiriman, pendaftaran akun baru,
dan lain sebagainya. Agar user atau klien mendapatkan informasi yang cukup
mengenai layanan yang ditawarkan, maka Anda wajib memasang halaman Terms of Service
(Ketentuan Penggunaan).
Dengan kata lain, halaman Terms of Service membahas web
bisnis Anda dari perspektif hukum. Tidak seperti kebijakan privasi yang bisa
dibuat menggunakan tool digital, untuk mengonsepkan Ketentuan Penggunaan (Terms
of Service), kami menyarankan agar Anda berkonsultasi dengan pengacara.
Ingatlah bahwa bila tidak memasukkan informasi penting atau salah mencantumkan
sesuatu, maka Anda akan diminta pertanggungjawabannya.
Yuk cek http://zignatic.com/ untuk artikel menarik lainnya. Jangan lupa
klik menu lainnya juga ya !